Rabu, 29 Januari 2014

Pemilihan kepala desa yang benar


Jika mendengarkan cerita dari masyarakat bahwa menjadi kepala desa itu biayanya ratusan juta bahkan sampai 1 miliyar. Desa adalah termasuk wilayah terkecil dari wilayah suatu Negara. Pemimpin atau kepala desa berasal dari kalangan bawah. Banyak orang berlomba- lomba menjadi kepala desa, entah apa yang ada dalam pikiran mereka kekuasaan, kerja, bisnis, mengabdi untuk masyarakat atau hal lainnya. Menurut saya, mereka menjadi kepala desa 70% kepentingan pribadi dan 30% untuk social. Kalau dipikir masuk akal dan wajar karena menjadi kepala desa waktu pencalonan antara jadi dan tidak, jika. Taruhannya harta
Jika ada pertannyaan, bagaimana menurut anda agar kepala desa benar- benar tulus mengabdi dan membangun masyarakat?
Saya akan menjawab, perbaiki system pemilihannya dan jangan mengutamakan uang. Faktor utama adalah  niat untuk memilih pemimpin. Sekarang ini kesalahan masyarakat uang dijadikan utama dalam memilih pemimpin. Jika uang menjadi dasar utama dalam memilih pemimpin maka kalian tertawalah kalian hari ini dan menangislah dihari esok.
System yang bagus.
  1. Menjadi kepala desa tak dipungut biaya.Dalam hal ini bukan lah uang yang menjadi penguasa. Hal ini atau administrasi ditanggung pemerintah.
  2. Tes Dalam tes ini seluruh masyarakat boleh ikut. Ingat tes benar- benar tes. Ilmu social yang diutamakan. Tes ini dilakukan beberapakali dan system gugur/ yang tidak lulus dieliminasi. Tes dalam bentuk tertulis dan praktek. Tes ini harus benar- benar ketat dan tak pandang bulu.
  3. Jika peserta tinggal 1 sampai 10 maka baru kampanye. Dalam kampanye calon harus benar- benar mengungkapkan visi dan misinya. Dalam kampanye masyarakat diusahan hadir semua.
  4. Masyarakat mencalonkan pencoblosan/ Murni dari hati nurani
  5. Setelah terpilih pihak dari kabupaten sekali sekali mengadakan seminar yang berhubungan dengan tata pemerinahan.
  6. Jadilah kepala desa yang benar- benar bijaksana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar